Friday, August 08, 2008

TGIF 8-8-8

Sydney, 8th August 2008

To a great number of people worldwide, today may be an auspicious day thanks to the unusually consecutive 8-8-8 in the numerical system of international date that we use (both AD & BC). And hence these couples intentionally preset this special date as their nuptials & say their once-only sacred vow.

To the greatest nation on earth centred in Beijing, this date marks the end of their long-awaited day being the host of the world's biggest event and the proud beginning of massive demonstration of the rich, splendid Chinese culture and civilisation embedded in the festive Opening Ceremony currently underway at these hits of letters on my keyboard.


To all nations and even a greater number of people, it is time to revel & be merry as mankind are united in this universal Olympic spirit as well as cheer their national sports warriors on to go swifter, higher, and stronger for more golds than any other country to top the medal tally of this Games of the XXIX Olympiad.

To me, I wish it were just another day, another TGIF day to look forward to for the morrow. But somehow I've got myself a bit carried away by the globally ubiquitous delight... with quite a distinct, personal reason, though. That it is on this very day too I have been privileged to officially become a certified practising accountant (CPA).

So, what else to utter than a relieved, lengthy
"finally......
thank You, Lord!
I can't believe this."


---
Thank God, it's Friday
Thank God, it's 8-8-8
because every day is the Lord's day
...created by the Lord
---
Emil Jayaputra CPA

Saturday, June 07, 2008

Manfaat Keraguan

KOLOM BAHASA

HAMPIR setiap kata dalam suatu bahasa mempunyai terjemahan dalam bahasa lain.
Kalau pun tidak ada, paling tidak ada padanannya yang paling mendekati. Contohnya kata membina tidak ada translasi yang pas 100% dalam bahasa Inggris. Lain halnya dengan suatu ungkapan yang berpeluang jauh lebih besar tidak dapat diterjemahkan ke bahasa sasaran terutama karena faktor budaya dan tradisi lokal. Misalnya ungkapan 'si jago merah' tidak mungkin diterjemahkan secara literal menjadi 'the mighty red' yang tentunya tidak berarti apa-apa bagi English native speakers. Atau ungkapan 'pagar makan tanaman' akan lebih sulit dijelaskan dalam bahasa Inggris daripada 'si jago merah' yang cukup ditulis 'the enormous fire' saja sebagai terjemahan harafiahnya.

Demikian pula bahasa Inggris amat kaya dengan ungkapan atau idiom yang tidak dapat segera diekspresikan maknanya dalam bahasa Indonesia karena tidak memiliki ungkapan yang setara dengan itu. Kalau Anda melihat judul tulisan ini terasa janggal, Anda benar sekali. Ungkapan 'manfaat keraguan' tidak bermakna apa pun dalam Bahasa Indonesia karena hanyalah forced translation dari ungkapan 'benefit of the doubt' dalam bahasa Inggris. Suatu ungkapan yang cukup sering dipergunakan dalam komunikasi di masyarakat penuturnya, tetapi mungkin belum sempat kita amati dan terapkan dalam kehidupan.

Cukup lama saya berpikir bagaimana suatu doubt (keraguan) memiliki manfaat (benefit)? Atau di mana benefitnya kalau saya sedang doubtful? Ungkapan ini ternyata ditujukan dari orang pertama (saya) kepada orang ketiga (dia) atau orang kedua (Anda). Ketika saya sedang meragukan seseorang (ketidakpastian mengenai suatu masalah), ada baiknya saya memberikan dia 'benefit of the doubt', yang berarti saya memutuskan untuk mempercayai dia dan mengesampingkan segala pemikiran buruk atas apa yang terucap atau dilakukan oleh orang tersebut meskipun ada sedikit kecurigaan yang wajar untuk itu. Makna kedua dari memberi 'benefit of the doubt' adalah kita memberi kesempatan kedua kepada pihak lain untuk mengkonfirmasi keraguan kita atas gejala-gejala yang kurang baik yang sudah kita cermati pada kesempatan pertama. Jadi analisis atas istilah 'manfaat keraguan' akan seolah menemukan dua sisi, yakni sisi terang dan sisi gelap. Memberi 'benefit of the doubt' berarti menampilkan sisi terang dari doubt dan percaya (sekali lagi) bahwa saudara kita ini tidaklah seburuk/seperti yang kita bayangkan.

Contoh penerapan dalam kalimat: Seseorang yang Anda sudah kenal lama dengan baik diisukan memiliki niat atau tabiat kurang terpuji oleh pihak tertentu. Saudara dapat mencegah dan menghentikan isu tersebut dengan berkata satu sama lain: "People tell me we can't trust him anymore, but I'm willing to give him the benefit of the doubt." untuk kemudian mengklarifikasi issue ini langsung dengan yang bersangkutan. Seseorang yang berada pada posisi central seperti tokoh masyarakat atau pemimpin gerejawi yang kerap kali harus membuat pernyataan atau laporan di depan publik amatlah membutuhkan 'benefit of the doubt' dari kita semua, members of the public baik negara maupun gereja.

Pada hakikatnya, setiap kita bukan hanya perlu memberi tapi juga membutuhkan 'benefit of the doubt' ini dalam kehidupan sehari-hari. Kehidupan yang sarat dengan pembelajaran komunikasi antarpribadi, pergaulan dengan lingkungan, terlebih dalam konteks keluarga, gereja, dan antargereja. Bahkan Allah sendiri meng-expose Diri-Nya sendiri terhadap luka-luka kekecewaan dan kesedihan mendalam setelah Ia menyodorkan 'The Benefit of the Doubt' kepada manusia dan memberikan kesempatan kepada ciptaan-Nya untuk bertobat dan percaya kepada-Nya – padahal di dalam kemahatahuan-Nya (God’s omniscience), Dia tahu jelas akan seperti apa pemberontakan manusia kelak. Akan tetapi, kita yang belum percaya masih terus dan terus mengeraskan hati untuk menerima Kristus, dan bagi kita yang sudah percaya masih terus dan terus berlanjut dalam dosa keengganan mengerjakan lebih banyak lagi keselamatan yang sudah diterima dengan takut dan gentar (Filipi 2:12). Satu hal yang perlu kita imani dengan jelas adalah bahwa pihak TUHAN-lah yang telah memperlihatkan benefit of the doubt-Nya kepada manusia, bukan sebaliknya, karena bagaimana mungkin ciptaan (object) yang berdosa bisa atau layak membentuk penilaian atas Sang Khalik (subject) yang Mahasuci dan tak terbatas? (Roma 11:33-34)

Karena itu, sorotan dari kolom bahasa ini adalah atas ungkapan benefit of the doubt itu sendiri dari manusia ke manusia yang harus kita pahami definisi dan konteksnya dalam bahasa penutur asli (English), dan bukan atas kata tunggal benefit atau doubt secara terpisah -- walaupun ada nuansa asimilasi arti harafiah dari keduanya terbaur dalam ungkapan ini. Namun yang pasti, dari kekayaan perbendaharaan suatu bahasa kita dapat belajar menjadikan dunia ini rumah besar yang lebih indah dan damai apabila para penghuninya saling memberi 'benefit of the doubt' secara generous. Meski susah, meski tidak mudah. (EJ)