Saturday, September 20, 2008

Pembelajar Sejati

SEORANG PEMBELAJAR


Mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka. —Lukas 2:46



Sebuah poster di suatu lorong gereja menggambarkan seorang anak lelaki yang memakai baju Timur Tengah, dengan Alkitab di tangannya, sedang mendaki sebuah bukit menuju ke gereja. Tulisan di poster itu berbunyi: "Yesus adalah bocah lelaki Kristen yang rajin ke Sekolah Minggu di setiap hari Minggu."

Sebagai seorang anak Yahudi, Yesus tidak pergi ke Sekolah Minggu dan ke gereja di hari Minggu. Jadi poster itu tidaklah tepat. Namun, poster itu tepat dalam menggambarkan kerinduan Yesus untuk berada di dalam rumah Bapa-Nya untuk mendengar semua ajaran-Nya.

Ketika Yesus berusia 12 tahun, Dia pergi bersama orangtua-Nya ke Yerusalem untuk merayakan Paskah (Luk. 2:41-42). Dalam perjalanan pulang, orangtua-Nya menyadari bahwa Yesus tidak pulang bersama mereka. Ketika kembali ke Yerusalem, "mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka" (ay.46).

Yesus memiliki hati seorang murid sekaligus pembelajar. Yesaya menulis tentang-Nya sebagai Hamba Yahweh: "Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku, untuk mendengar seperti seorang murid (baca: pembelajar -EJ). Tuhan ALLAH telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang" (50:4-5). Dalam kemanusiaan-Nya, Sang Putra terbuka untuk belajar dari Bapa-Nya.

Teladan Yesus menantang kita untuk menjadi pendengar firman Tuhan. Kita juga dapat menjadi murid sekaligus pembelajar, jika kita tetap membuka hati kepada pengajaran Allah. —Anne Cetas

Penuhi aku dengan pemahaman
Tentang kehendak-Mu yang mulia;
Kiranya seluruh sukacita dari-Mu
Kau penuhkan dalam diri anak-Mu. —Grimes

Tujuan utama dari belajar adalah mengenal Allah.

(TERJEMAHAN dari RBC Int'l English)

Friday, August 08, 2008

TGIF 8-8-8

Sydney, 8th August 2008

To a great number of people worldwide, today may be an auspicious day thanks to the unusually consecutive 8-8-8 in the numerical system of international date that we use (both AD & BC). And hence these couples intentionally preset this special date as their nuptials & say their once-only sacred vow.

To the greatest nation on earth centred in Beijing, this date marks the end of their long-awaited day being the host of the world's biggest event and the proud beginning of massive demonstration of the rich, splendid Chinese culture and civilisation embedded in the festive Opening Ceremony currently underway at these hits of letters on my keyboard.


To all nations and even a greater number of people, it is time to revel & be merry as mankind are united in this universal Olympic spirit as well as cheer their national sports warriors on to go swifter, higher, and stronger for more golds than any other country to top the medal tally of this Games of the XXIX Olympiad.

To me, I wish it were just another day, another TGIF day to look forward to for the morrow. But somehow I've got myself a bit carried away by the globally ubiquitous delight... with quite a distinct, personal reason, though. That it is on this very day too I have been privileged to officially become a certified practising accountant (CPA).

So, what else to utter than a relieved, lengthy
"finally......
thank You, Lord!
I can't believe this."


---
Thank God, it's Friday
Thank God, it's 8-8-8
because every day is the Lord's day
...created by the Lord
---
Emil Jayaputra CPA